Apa yang Harus Dilakukan Saat Jadwal Imunisasi Anak Terlambat Diberikan?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Jadwal Imunisasi Anak Terlambat Diberikan?

Imunisasi merupakan kegiatan rutin yang harus diberikan orang tua mulai dari bayi sampai anak-anak. Terdapat imunisasi tambahan ketika mereka sudah beranjak dewasa yang tidak perlu dilakukan secara rutin. Meksipun begitu, pemberian imunisasi tetap penting dilakukan agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan terhindar dari penyakit berbahaya. Tapi, bagaimana kalau jadwal imunisasi anak yang wajib diberikan sudah terlambat?

Terlambatnya diberikan imunisasi anak wajib biasanya karena ada beberapa alasan, seperti karena memang sedang sakit, harus diberikan suntikan yang lainnya, atau memang karena kelalaian orang tuanya. Anda tidak perlu khawatir kalau belum sempat memberikan imunisasinya pada anak Anda.

Saat terlambat pun, buah hati masih dapat mengikuti jadwal imunisasi anak yang sudah dibuat sebelumnya. Namun tetap saja, harus ada ketentuan seperti di bawah ini agar anak Anda mendapatkan fungsi imunisasi yang optimal.

  1. Vaksin HB

Vaksin ini diberikan pada bayi yang baru lahir atau maksimal 7 hari setelah kelahirannya. Tapi kalau Anda terlambat memberikannya, anak Anda masih bisa mendapatkannya kapan saja tapi harus diberikan sesegera mungkin agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tidak perlu memeriksa kadar antiHBs lagi saat akan diberikan. Tapi kalau ibunya ada riwayat hepatitis B atau saat bayi terkena penyakit kuning, maka harus dilakukan pemeriksaan HBsAg serta antiHBs dulu.

  1. Vaksin BCG

Ketika bayi berumur 1 bulan, vaksin ini wajib diberikan. Tapi kalau Anda melewatinya sampai usianya 3 bulan, anak Anda harus melakukan tes tuberkulin agar bisa diketahui secara pasti apakah sudah terkena TBC atau belum. Kalau hasilnya negatif, maka bisa dilakukan imunisasi ini.

  1. Vaksin polio

Vaksin polio sebenarnya masuk ke dalam daftar jadwal imunisasi anak yang wajib untuk usia 1 hingga 4 bulan dan diberikan sebanyak 4 kali dalam usia tersebut. Kalau sudah terlambat, Anda tidak perlu lagi memberikan vaksin ini dari awal. Lanjutkan saja sesuai jadwal berikutnya. Tanyakan pada dokter anak Anda kapan lagi waktu yang tepat untuk vaksin polio.

  1. DPT

Vaksin ini sebenarnya juga dilakukan dari bayi dengan umur 9 bulan. Tapi kalau anak Anda sudah di atas 1 tahun, Anda tidak perlu lagi mengulang dari awal dan melanjutkan saja dari jadwal yang sudah ditentukan. Begitu juga kalau mereka belum mendapatkan suntikan DPT dasar. Mereka bisa tetap diberikan vaksin DPT dasar dengan dosis seharusnya berapa pun usia anak Anda.

  1. Vaksin campak

Usia 9 bulan juga perlu diberikan suntikan vaksin campak dan hanya diberikan 1 kali saja. Setelah SD, barulah bisa dilakukan suntik ulang campak agar tetap terhindar dari penyakit campak. Kalau memang sudah terlambat dari jadwal imunisasi anak seharusnya, Anda bisa memberikannya kapanpun tapi jangan lupa berikan vaksin MMR kalau sudah di atas 1 tahun.

  1. Vaksin Haemophillus Influenzae B atau HIB

Vaksin ini disuntikan pada bayi yang berumur 2, 4, serta 6 bulan dan dilakukan lagi setelah mereka berumur 18 bulan. Tapi kalau usia anak Anda sudah di atas 1 tahun dan tidak pernah mendapatkan vaksin ini, mereka masih bisa mendapatkannya meskipun hanya 1 kali saja. Berbeda kalau sudah di atas 5 tahun, mereka tidak perlu lagi mendapatkan vaksin HIB.

Dari penjelasan di atas, Anda tidak perlu khawatir lagi kalau terlambat memberikan vaksin dari jadwal imunisasi anak seharusnya. Tapi tetap usahakan untuk tidak lupa melakukannya dan mengikutinya sesuai jadwal, kecuali kalau memang sedang ada penyakit tertentu.

shares