Berikut Beberapa Penyebab dan Cara Pengobatan Frozen Shoulder

Berikut Beberapa Penyebab dan Cara Pengobatan Frozen Shoulder

Frozen shoulder atau nyeri bahu merupakan kondisi dimana bahu tidak dapat digerakkan sehingga membuat ruang pada sendi bahu menjadi kecil secara bertahap. Tahapan pertama dari penyakit adalah merasakan nyeri pada bahu dan susah untuk menggerakkan tangan dan terjadi selama 4 bulan. Selama 4 bulan selanjutnya mengalami rasa sakit hingga tidak dapat menggerakkan lengan. Tahap terakhir adalah bahu kaku dan nyeri berangsur hingga dapat digerakkan kembali dalam tahap 4 bulan. Nyeri bahu biasanya dialami oleh orang dengan usia 40 tahun atau lebih terutama wanita, begitu juga dengan orang yang sedang melakukan pemulihan dari penyakit seperti stroke, mastektomi.

Berikut adalah penyebab nyeri bahu diantaranya:

  • Idiopatik merupakan kondisi penyakit tidak diketahui penyebabnya.
  • Trauma yang terjadi karena pembedahan bahu, tendon, robekan maupun patah tulang lengan bagian atas.
  • Imobilisasi yang dapat disebabkan oleh bekas operasi lama seperti bedah toraks, bedah saraf atau kardiovaskular.
  • Penyakit endokrin atau metabolik seperti diabetes, tiroid dan autoimun.
  • Masalah saraf disebabkan oleh stroke atau parkinson disease.
  • Masalah jantung disebabkan oleh hipertensi dan iskemia jantung.
  • Obat-obatan seperti anti retrovirus, imunisasi, protease inhibitor, dan florokuinolon.
  • Disebabkan oleh kolesterol yang tinggi dan keganasan sel.

Diagnosis frozen shoulder dengan konsultasi kepada dokter dan mengatakan seluruh gejala yang dirasakan dan akan memeriksa fisik dengan gerakan bahu. Gerakan bahu yang dilakukan pada seluruh arah secara aktif dan pasif, gerakan bahu dikatakan aktif jika dilakukan sendiri dan gerakan bahu dikatakan pasif jika dilakukan oleh orang lain untuk menggerakkan bahu. Hal ini untuk melihat nyeri dan keterbatasan dalam ruang gerak bahu. Pemeriksaan lanjutan adalah pencitraan sinar X maupun MRI untuk melihat penyebab lain dari masalah nyeri bahu.

Gejala dari nyeri bahu adalah terjadi saat melakukan gerakan bahu pada masa awal. Nyeri biasanya terjadi pada malam hari sehingga mengganggu waktu tidur dan kesulitan dalam berbaring pada satu sisi yang terasa sakit dan terbatas dalam melakukan gerakan bahu. Pengobatan nyeri bahu dapat memakan waktu 3 tahun dengan mengonsumsi obat anti peradangan dan melakukan injeksi steroid pada sendi bahu. Melakukan fisioterapi terutama untuk membantu keterbatasan gerak dan melakukan external rotation passive stretch dan extracorporeal shockwave therapy dan pembedahan untuk memperbaiki kondisi.

Berikut adalah makanan untuk nyeri sendi:

  • Jahe dapat dikonsumsi untuk mengurangi sendi karena mengandung anti inflamasi dan fitonutrien.
  • Nanas memiliki enzim dan protein untuk menurunkan peradangan dan mengurangi nyeri karena penyakit osteoarthritis.
  • Jeruk dapat menangkal radikal bebas sehingga mengurangi rasa sakit pada persendian.
  • Minyak zaitun dengan lemak tak jenuh tunggal akan mencegah peradangan.
  • Apel mengandung boron untuk mengurangi rasa sakit pada sendi.
  • Cabai dengan kandungan capsaicin untuk menghasilkan panas tubuh sehingga akan menghambat rasa nyeri dengan memberi dorongan sel-sel saraf tertentu.
  • Bawang putih mengandung belerang yang dapat meringankan sakit persendian.
  • Mangga dengan antioksidan dan vitamin C untuk penyembuh nyeri.
  • Anggur dengan kandungan protein untuk mengurangi peradangan sendi.

Makanan yang dapat memicu frozen shoulder jika terlalu berlebihan mengonsumsi soda karena adanya fruktosa penyebab kadar asam urat meningkat dan membuat peradangan. Tepung terigu yang mempengaruhi persendian karena adanya sitokin sehingga makanan olahan dari tepung perlu dihindari. Begitu juga dengan gorengan yang mengandung asam lemak omega 6 dan produk olahan susu yang berkontribusi dalam memberikan rasa nyeri pada persendian dalam tubuh.

shares